NABI DAN RASUL – ABJAD ARAB

NABI DAN RASUL – ABJAD ARAB (1/2).

“ Hanya 25 Nabi dan Rasul yang namanya disebutkan jelas dan wajib diimani bagi Muslim. Enam diantaranya, terpilih menjadi judul surat. Satu hal, sangat menarik, nama Nuh, Ibrahim dan Muhammad, dalam urutan abjad Arab – menunjukkan jumlah ayat masing-masing surat di Kitab Mulia. Ini bentuk kode lain dari kripto”.

Senin 7 Juni 2010

Peringatan : Materi Rumit !!

Mari kita mulai dengan sesuatu yang tidak lazim, tetapi penting untuk dipahami.

Jika saja planet Bumi ini boleh kita sebut sebagai wilayah satu RT, Rukun Tetangga – maka kita berada di RT 03, karena planet Bumi ada diurutan ke-3 dari Matahari. Rukun Warga Tata Surya, pada kelurahan Galaksi Bima Sakti. Alam Semesta ini terdiri dari ratusan miliar Galaksi – kelurahan – baik kecil, sedang atau besar. Tiap Kelurahan Galaksi memiliki rata-rata ratusan milyar Bintang (RW). Matahari adalah salah satu Bintang di jagad raya. Jadi betapa luasnya jagad raya ini – tidak terbayangkan.
Planet Bumi yang didiami oleh manusia seperti kita ini – hanyalah Titik Biru (Blue Dot) dialam semesta – bahkan lebih kecil dari itu.

Bayangkan begini.

Pada suatu hari Penguasa, sekaligus Pemilik, Pemelihara dan Pencipta Jagad Raya dan isinya ini (Rabb) berkehendak untuk mengirim utusannya (Rasul) yang membawa berita (Naba) ke Bumi, antara lain, memperkenalkan Pemilik Jagad Raya, menyampaikan Kabar Gembira dan Kabar Peringatan, termasuk pelajaran etika dan moral ke masyarakat dilingkungan Bumi, RT 03.

Kata “Nabi” berasal dari kata “naba”, ada yang mengartikan “berita” dan ada yang mengartikan “dari tempat yang tinggi” atau “wawasan yang luas”. Sedangkan wawasan jauh kedepan – disebut “nubuwwah”. Sementara Rasul berasal dari kata “risala”, atau risalah atau “penyampaian”, berupa firman Illahi – yang wajib disampaikan kepada umat yang dituju. Seorang Rasul pasti ia seorang Nabi, tetapi Nabi belum tentu seorang Rasul.

Dalam konsep Islam, Adam as adalah duta yang turun ke Bumi dan dijadikan “khalifah” pertama, karena Adam adalah orang yang “berwawasan luas” atau seorang “Nabi”, berbudaya, berakal dan mengenal agama. Kemudian setelah itu, Nabi dan Rasul “dipilih dari masing-masing kaum” (Qs,013:007) yang umumnya ada pada kawasan yang peradabannya tinggi, tetapi masyarakatnya menyimpang dari ajaran-ajaran sebelumnya.

Tradisi Islam mengatakan ada sekitar 124 ribu Nabi di Bumi (diriwayatkan oleh Muhammad bin Al-Husain dari cerita Abu Dzar r.a) dari berbagai jaman dan kaum, diantaranya ada 315 Rasul. Setiap kaum dan jaman selalu ada ” pemberi peringatan” dan yang “memberi petunjuk” (Qs, 013:007) (Qs, 035:024). Namun tidak semua Nabi diberitakan oleh Kitab Mulia (Qs 004:164), dan menurut Ulama yang wajib diimani adalah 25 nama yang disebutkan secara jelas. Kita juga diberitahu, terdapat sejumlah Nabi, yang gugur dalam tugasnya. Dibunuh oleh kaumnya sendiri tanpa alasan yang benar (Qs, 004: 155). Juga disebutkan, seorang yang beriman (mu’min) warga Mesir Kuno sejaman Musa dan Harun dan masih keluarga Fir’aun (Pharaoh) dinasti ke-19, yang menurut sejumlah Ulama – ia adalah Nabi juga (Qs, 040: 028, 030-031). Serta, barangkali pembaca akan heran – ada 3 Rasul yang melakukan tugasnya, namanya tidak disebut. Para penafsir seperti Dr Quraish Shihab, menduga mereka bertugas kedaerah jajahan Yunani, Romawi Timur (kawasan Turki sekarang) bahkan Ke Eropa Barat hingga Rusia, diawal Masehi (Qs, 036: 013 – 019) .

Secara khusus, Nabi dan Rasul yang yang namanya disebut dalam Kitab Mulia – adalah dari jalur keturunan Semith atau Syam (dalam bahasa Arab), putra nabi Nuh as. Misalnya, Ibrahim (Abraham), Luth (Loth), Musa (Moses), Daud (David), Sulaiman (Solomon), Isa (Yesus) hingga Muhammad (Ahmad). Nama 25 Nabi dan Rasul dalam Islam dimulai dari Adam as, berasal dari kata “adamah” bahasa Ibrani, artinya “tanah”. Artinya makhluk yang diciptakan dari “unsur tanah”. Sebagaimana diketahui, basis pembentukan DNA adalah unsur Karbon (C) yang terdapat pada tanah (Sir Martin Rees). Dengan demikian kita dapat menduga banyak nabi yang dikirim oleh Penguasa Jagad raya ini, tersebar dan namanya tidak dikenal, termasuk misalnya Nabi yang boleh jadi dipilih dari bangsa China, Mesir, India, Persia, bangsa Maya atau Aztek di Amerika Latin.

Salah satu Nabi Mesir Kuno yang disebut-sebut sejumlah ilmuwan sejarah adalah Amenhotep ke-4 atau yang dikenal dengan nama Akhenaten, atau Pharaouh (Fir’aun) dinasti ke-18 Mesir Kuno 3300 tahun yang lalu (1352 – 1336 SM) yang mengajarkan agama “Satu Dewa” . Seratus tahunan sebelum Musa datang. Disebut Athen – atau Thian (Cina) dan diterjemahkan sebagai Tuhan dalam bahasa Indonesia.
Athen tersebut didefinisikan sebagai “Dewa Pencipta Langit dan Bumi” digambarkan dengan simbol satu Matahari yang bersinar keseluruh alam semesta. Ajaran cikal bakal monoteis pertama yang dikenal oleh sejarah Mesir kuno. Dimana jauh sebelumnya dilakukan oleh Yusuf (Yoseph), etnis yang berbeda, yang pernah menjadi Raja Muda di Mesir Kuno dengan cara yang lebih baik. Akhenaten berarti hamba Tuhan” dalam bahasa Arab artinya serupa dengan “Abdullah”. Sayang pemerintahannya tidak lama, karena menentang arus utama , yaitu kepercayaan “banyak Dewa” atau “gods”. Bahkan kuburannya dipisah dari makam Keluarga Kerajaan di Lembah Nil.

Itulah cerita ringkas, seluk beluk tentang Nabi, sebelum kita membahas kripto Kitab Mulia yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul.

Nah….dari 25 nama Nabi dan Rasul yang namanya diberitakan Kitab Mulia, ternyata yang dipilih menjadi judul surat dalam al Qur’an hanyalah 6 saja, yaitu : Yunus (Yonah) nomor surat 10, Hud nomor surat 11, Yusuf (Yoseph) nomor surat 12, Ibrahim (Abraham) nomor surat 14, Muhammad (Ahmad) nomor surat 47 dan Nuh (Noah) nomor surat 71.

Apa keunikannya?

Kita sekarang membahas tentang kripto, dari kata “cript” yang artinya “tersembunyi”. Kripto adalah bahasa tersembunyi berupa simbol, angka, abjad atau tanda lainnya, misal pengulangan untuk memberi isyarat tertentu, salah satunya verifikasi dan otentitas suatu dokumen.

Ada tiga nama Nabi yang sekaligus menunjukkan jumlah ayat dalam surat. Inilah menurut bahasa kripto, yang paling utama.

Nama Nuh (Noah), Ibrahim (Abraham) dan Muhammad yang posisi nomor suratnya “terlihat acak” sebagian ilmuwan menyebutnya “independent” (71, 47, 14), justru nama abjadnya menunjukkan jumlah ayat. Ini hanya dapat di buka oleh susunan abjad Arab yang spesifik yang hanya populer dikalangan ilmuwan.

Ada dua versi susunan abjad Arab yang dikenal di Indonesia, yang paling populer adalah susunan yang dimulai dengan Alif (A), Baa (B), Taa (T) dan Tsaa (Ts) dan seterusnya, hingga semua 28 huruf Arab. Susunan ini yang biasa diajarkan disekolah-sekolah agama Islam, pesantren, masjid dan UIN. Versi kedua, tidak diketahui oleh khalayak ramai, ini hanya diketahui dilingkungan para akademisi. Tetapi justru susunan ini, yang yang terbukti dapat digunakan sebagai “cipher” atau pembuka kode sandi (kripto) al Qur’an. Terdiri dari 28 huruf Arab, dimulai dengan Alif (A), Baa (B), Jiim (J) dan Daal (D), dari keempat susunan huruf tersebut muncul kata “ABJAD” atau yang bermakna “HURUF”.

Susunan lengkap sebagai berikut, mengikuti transliterasi Departemen Agama:

(1)Alif, (2)Baa, (3)Jiim, (4)Daal), (5)Haa (seperti pada haadzaa), (6)Waw, (7)Zaay, (8)Haa (seperti pada hasanatun), (9) Thaa, (10)Yaa, (11)Kaaf, (12)Laam, (13)Miim, (14)Nuun, (15)Siin, (16)’Ain, (17)Faa, (18)Shaad, (19)Qaaf, (20)Raa,(21)Syiin, (22)Taa, (23)Tsaa, (24)Khaa, (25)Dzaal, (26)Dhaad, (27)Zhaa, (28)Ghain.

Susunan diatas yang berupa “cypher” telah dikenal lama ribuan tahun yang lalu, karena terdapat pada artifak kuno yang ditemukan dikota lama Ebla, ibu kota kuno Siria, tahun 325 SM. Kurang lebih sama tuanya dengan hirogliph yang dikenal di Mesir kuno. Serupa yang digunakan oleh bahasa Ibrani, dan Aramik. Susunan Arab ini awalnya hanya 22 huruf saja, kemudian diperbarui dan ditambah 6 huruf lagi semasa dinasti Nabatea di Yordania – Nabatea diambil dari salah satu keturunan Ismail as “Nabit” yang mendirikan dinasti Nabatea. Kira-kira demikian sejarah singkat susunan abjad Arab.

Mengapa disebut pembuka kode, atau cipher?

Mari kita lihat.

Nama NUH terdiri dari 3 abjad Arab, Nuun (14), Waw(6) dan Haa (8). Lihat tabel urutan diatas, jumlah angkanya adalah, 14 + 6 + 8 = 28, dan 28 adalah jumlah ayat pada surat Nuh.
Nama IBRAAHIM dalam bahasa Arab terdiri dari 7 abjad, Alif (1), Baa (2), Raa (20), Alif(1), Haa (5), Yaa (10) dan Mim (13). Haa disini tidak sama dengan Haa pada nama Nuh. Jumlah angkanya adalah, 1 + 2 + 20 + 1 + 5 + 10 + 13 = 52. Kita tahu jumlah ayat surat Ibrahim juga 52.

Apakah ini kebetulan?
Jawabnya , tidak. Ini contoh lain.

Perhatikan nama MUHAMMAD. Terdiri dari 4 abjad Arab, Mim (13), Ha (8), Mim (13), dan Daal (4). Jumlah angka urutannya adalah, 13 + 8 + 13 + 4 = 38. Demikian juga, surat Muhammad memiliki jumlah ayat 38.

Ini adalah bentuk kripto sendiri yang mengatakan kepada pembaca beriman, bahwa penyusun Kitab ini bukan manusia, apalagi manusia abad ke-7. Kita tidak dapat membayangkan, berpikirpun tidak, bahwa nama-nama Nabi tertentu sesuai dengan jumlah ayat pada surat yang berjudul nama Nabi tersebut.

Bagi pembaca yang memahami bahasa angka, kode diatas menunjukkan bahwa nama-nama yang disebut diatas adalah benar Nabi atau Rasul adanya. Menurut bahasa Kripto, hanya 3 Nabi yang memiliki keistimewaan, selain dipilih sebagai judul surat juga namanya menunjukkan jumlah ayat masing-masing surat.

Kitab Mulia memiliki kripto bervariasi, (1) ada yang menggunakan bilangan prima, (2) simbol abjad, (3) al jum’al atau nilai abjad Arab, (4) kode biner, (5) angka-angka ajaib dalam matematika, (6) pengulangan kata atau kalimat tertentu dan (7) seperti contoh diatas, dengan urutan abjad Arab. Semua ini dikombinasikan dengan gaya bahasa, nada dan irama serta isi dan makna yang membentuk satu kesatuan, sedemikian rupa – hingga sulit ditiru oleh siapa saja.
#
NABI DAN RASUL (2/2)

“ Susunan nama enam Nabi dan Rasul pada judul surat Kitab Mulia terlihat acak, tetapi sebenarnya tidak. Ia tersusun sedemikian rupa, serupa dengan kode alam dilingkungan Tata Surya”.

Senin 13 Juni 2010

Peringatan : Rumit .

Mari sejenak, kembali mengulang bagian pertama.

Arti Rasul secara umum adalah “utusan’ atau “duta” , dan Kitab Mulia menjelaskan bahwa yang diutus dipilih dari golongan malaikat dan manusia (Qs, 022:075). Pada ayat lain, dijelaskan pula ada banyak Rasul yang dipilih dari berbagai kaum, dari golongan al Jinn (The Hidden Creature).

Dengan demikian, secara umum bahasa, baik itu Nabi atau Rasul bisa dikategorikan sebagai “duta” atau “utusan”.

Namun secara fungsi ada perbedaan:

Nabi atau orang yang “berwawasan luas” dan biasanya membawa membawa berita (naba) tentang sesuatu kejadian masa depan, misalnya tentang kiamat, atau adanya nabi baru yang akan muncul, atau membawa berita datangnya Sang Pembebas satu kaum.

Misalnya saja, peristiwa pembebasan bani Israel di Babyilonia dari jajahan Nabonidus (Nebuchadnezzar), oleh Dzulkarnain (Cyrus Agung, Pendiri Imperium Persia, 576/590 – 529 SM), telah diberitakan oleh para Nabi bangsa Yahudi sebelumnya. Nabi tidak membawa risalah baru,ajarannya mengulang dan meneguhkan ajaran para Nabi sebelumnya, contohnya Nabi Yunus (Yonah) dan Nabi Zulkifli (sangat mungkin Ezekiel dalam bahasa Ibrani). Dalam beberapa kasus, sejumlah Nabi hanya mengajarkan masalah etika dan moral saja. Nabi seperti ini biasanya tidak diberitakan. Ada Ulama yang menafsirkan bahwa ciri Nabi, adalah menerima wahyu tapi untuk dirinya sendiri, danj tidak disebarkan, contohnya Nabi Khaidir.

Sedangkan yang disebut Rasul, ia membawa risalah baru, melengkapi, meneguhkan atau menyempurnakan ajaran yang lama, yang dikumpulkan berupa suhuf (misal Ibrahim as), catatan-catatan, kitab atau lembaran-lembaran. Misal yang terkenal Musa (Moses) dengan Tauratnya, Daud (David) dengan Kitab Zabur, Isa (Injil) dan Muhammad (al Qur’an). Mereka juga dilengkapi dengan “mukjizat” untuk membuktikan bahwa memang mereka adalah duta Tuhan, misal Musa as (Moses) dengan tongkatnya yang dapat membelah laut. Isa as (Yesus) membuat burung asli dari tanah dan mampu menghidupkan orang mati atau Muhammad saw dengan terbelahnya Bulan dan bersatu kembali dan al Qur’an (Bacaan).

Barangkali, banyak pembaca yang tidak mengetahui, bahwa para Rasul bukan saja dikirim untuk bangsa manusia tetapi juga juga dikirim untuk golongan al Jinn (makhluk tersembunyi – The Hidden Creature) – untuk memberi peringatan bahwa ada “kehidupan kedua (life after death) ” dan Hari Berkumpul di akhirat (Qs, 006:130).

Berikut sebagian petikannya :

“Hai para Jinn dan manusia, apakah belum datang kepada kamu Rasul-Rasul dari golongan kamu sendiri menerangkan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu tentang pertemuanmu Hari ini (Hari Berkumpul – Hari Pengadilan – Judgment Day) …..“ (Qs, 006:130).

Dengan demikian – sebenarnya – para Rasul, dari jaman ke jaman dikirim ke semua bangsa makhluk cerdas, apakah itu Manusia (al Ins) atau Jin ( al Jinn) – dimana saja, kapan saja – untuk memberi peringatan dan mengajar mereka tentang berbagai hal, baik konsep Ketuhanan , Hari Pengadilan, Etika dan Moral.

Susunan Judul Surat Nabi dan Rasul: Unik.

Perhatikan nomor surat judul para Nabi.

Yunus (Yonah) posisi nomor 10, Hud (Heber) nomor suarat 11, Yusuf (Yoseph) nomor surat 12, Ibrahim (Abraham) nomor suratnya loncat, tidak 13 tetapi 14. Demikian juga Muhammad (Ahmad) nomor surat 47 dan Nuh (Noah) nomor surat 71, jauh sekali.

Ini adalah kode yang unik, karena 10+11+12+14 (Yunus, Hud, Yusuf, Ibrahim) adalah tepat 47. Angka ini adalah angka yang digunakan oleh nomor surat Muhammad. Sedangkan posisi surat dari no 47 (Muhammad) ke 71 (Nuh), tepat 25 surat. Angka 25 adalah angka jumlah Nabi dan Rasul yang wajib diimani bagi Muslim.

Menarik, Ibrahim harus rela bergeser dari nomor 13 menjadi nomor 14, supaya jumlah bilangannya (10+11+12+14) tepat 47. Nuh sendiri bergeser jauh ke no 71, hingga dari 47 ke 71 tepat 25 surat. Muhammad merupakan titik sentral posisi nomor surat. Semua mengacu ke nomor 47.

Contoh lain.

Lingkungan Tata Surya kita menggunakan kode alam 11, salah satu bilangan prima dalam matematika. Misalnya, solar flares (ledakkan dahsyat di permukaan atmosfir Matahari, hingga mampu mengeluarkan energi miliaran miliaran Joules/cal) terjadi 11 tahun sekali dan perbedaan kalendar Matahari dan Bulan, kurang lebih 11 hari.

Kode 11 ini juga digunakan dalam posisi surat para Nabi dan Rasul, lihat baik-baik, kode 12 digit:

10 11 12 14 47 71 atau bilangan 1 0 1 1 1 2 1 4 4 7 7 1.

Ia merupakan bilangan kelipatan 1 1 atau 1 1 x 9 1 9 2 0 1 3 1 6 1.

Ada yang lebih menarik, dan bukan suatu kebetulan. Tata Surya direpresentasikan oleh Bintang (an Najm), Bulan (al Qamaar) dan Matahari (asy Syam) dalam judul surat Kitab Mulia. Posisi surat berturut-turut 53, 54, dan 91. Boleh di teliti oleh pembaca yang rajin.

Bilangan ini juga merupakan bilangan kelipatan 11, yaitu 5 3 5 4 9 1 adalah 1 1 x 4 8 6 8 1.
Ini menunjukkan bahwa setiap posisi surat, judul, isi dan makna merupakan kesatuan yang tidak terpisah – kombinasi yang unik yang dapat dibaca dalam bentuk deretan kode angka, yang tidak terpisahkan dan tidak boleh berobah.

Pembaca, contoh diatas adalah contoh sederhana, yang hanya dibatasi hingga 10 digit angka saja.

Pada akhirnya ada korelasi yang unik antara penempatan judul surat para Nabi dan Rasul di Bumi dengan representasi Tata Surya, Bintang, Bulan dan Matahari – semuanya menggunakan kode serupa. Serupa dengan Solar Flares, 11 tahun sekali dan perbedaaan kalendar Matahari – Bulan 11 hari.

*sumber
KAJIAN ALQUR’AN-ALKITAB dan IPTEK halaman 1
Amri Yusra ( http://www.facebook.com/ayusra )
penulis
Arifin Mufti ( http://www.facebook.com/profile.php?id=1646717756 )
West Java, Indonesia.